oleh

Warga Kampung Baru Datangi Kantor DPRK Agara

Aceh Tenggara-Puluhan Masyarakat Kampung Baru Kecamatan Badar Datangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara, Rabu (21/07/2021).

Disebut-sebut, kedatangan warga terkait laporan dugaan penggelapan dana desa oleh eks Pj. Pengulu Kute Kampung Baru, yang belum diproses.

Kedatangan warga diterima Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, Komisi A DPRK Agara, Tomi, Supian, dan Kasri.

Tokoh Masyarakat Kute Kampung Baru, Ispandi Pios dalam pertemuan tersebut mengatakan, pada bulan lalu pihaknya sudah melayangkan surat laporan dugaan penggelapan dana desa tahun anggaran 2021 tahap I dan tahap II, ke Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara, Polres Aceh Tenggara, dan Kejaksaan Negeri Kutacane.

Menurutnya, saat itu, Inspektorat Aceh Tenggara tidak memberikan solusi yang pasti. Kekecewaan itu membuat dirinya dan pupuhan warga lainnya kembali mendesak Inspektorat, agar persolan desa ini, jangan di buat bertele-tele.

Sebab hal itu bisa menimbulkan keresahan warga, sehingga timbul tindakan-tindakan yang tidak diinginkan.

“Dari pertemuan itu, pihak Inspektorat Aceh Tenggara meminta waktu sampai 25 Juli 2021. Kami juga menyurati DPRK secara lisan perihal peemohonan agar dapat kiranya memanggil pihak terkait, supaya ditindak lanjuti dengan cepat,” katanya.

Masih kata dia, jika surat mereka tidak digubris serius, warga akan mengambil langkah-langkah tersendiri. Karena semua pihak terkait, sudah disurati.

“Harapannya ada solusi dari DPRK, agar persolan ini tidak menimbulkan persoalan baru, yang lebih jelek,” kata Ispandi.

Ketua DPRK Agara Denny Febrian Roza, mengucapkan, terimakasih kepada masyarakat Kampung Baru yang telah datang.

“Tugas kami memang melakukan pengawasan, agar tugas dan fungsi Instasi berjalan dengan baik. Kami akan segera memanggil pihak terkait, agar laporan segera di proses,” katanya.

Kasri selaku Anggota Komisi A DPRK Agara, mengatakan, ini mungkin laporan tentang desa yang ke sekian kalinya, ini adalah laporan penambahan yang akan dimasukan ke dalam agenda.

“Saya minta kepada ketua DPRK Agara, supaya kita segera melakukan rapat internal, agar secepatnya kita mengeluarkan rekomendasi,” ujar Kasri.[]

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Riko Hermanda)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed