oleh

Wanita Diizinkan Berenang Telanjang Dada

Jakarta-Bagaimana rasanya ketika kaum wanita diizinkan berenang telanjang dada. Meski agak nyeleneh, Kota Göttingen di Lower Saxony, Jerman Tengah, dikabarkan telah mengizinkan wanita berenang dengan bertelanjang dada di kolam renang umum, baik kolam indoor maupun outdoor.

Pemerintah kota mengklaim ini merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kesetaraan gender. Perenang diizinkan untuk mandi ‘oben-ohne’ (topless) mulai 1 Mei dalam program uji coba terbatas pada akhir pekan hingga akhir Agustus.

“Dengan keputusan ini, kota ini menjadi pelopor di negara ini mengenai perdebatan tentang perlakuan yang sama antara kedua jenis kelamin, dengan mengizinkan wanita untuk menunjukkan bagian atas tubuh mereka di tempat rekreasi air seperti kolam renang,” tulis L’Essentiel, media lokal Jerman, seperti dikutip CNBCINDONESIA.COM dari Forbes, Jumat (10/6/2022).

Perdebatan soal gender dan kesetaraan
Ada sebuah insiden pada tahun lalu yang diduga mendorong pemerintah mengizinkan wanita berenang bertelanjang dada di akhir pekan. Saat itu, ada seorang perenang transgender diminta untuk menutupi tubuhnya di kolam renang setempat. Namun, perenang itu memprotes dan mengatakan mereka adalah laki-laki.

Terlepas dari pernyataannya, otoritas kolam mengusir orang tersebut. Dia juga dilarang datang lagi ke kolam renang, menurut laporan DW.

Menurut situs berita Jerman Spiegel, sebuah kolam renang di Göttingen mengusir seseorang karena mereka mandi tanpa busana. Tetapi orang tersebut tidak menganggap dirinya sebagai seorang wanita.

Kesetaraan terbatas
Meski sudah ada aturan baru, hak perempuan untuk berenang bertelanjang dada dibatasi, yakni hanya selama akhir pekan dan hanya untuk beberapa bulan. Hal ini tentu tidak dapat dibandingkan dengan pria yang bisa berenang, pergi ke taman, dan berjemur telanjang dada setiap saat.

Karena itu, sebagian penduduk mengatakan bahwa aturan terbatas seperti itu menyedihkan. Para pejabat telah menjelaskan bahwa praktik baru tidak boleh membahayakan pelajaran renang sekolah, yang berlangsung selama seminggu.

Banyak artikel yang mengulas masalah kesetaraan ini menunjukkan fakta bahwa Jerman adalah negara yang toleran, dan dalam beberapa kasus, penduduknya ingin bebas beraktivitas tanpa busana.

“Apakah itu di spa, resor kesehatan, taman, atau danau di negara ini, banyak warga di sini dikenal tidak ragu melepas pakaian mereka,” tulis DW. []

(Sumber | CNBCINDONESIA.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *