oleh

Tersangka Korupsi Taman Wisata di Sabang Segera Disidang

Banda Aceh-Penyidik Kejari Sabang melimpahkan berkas perkara dua tersangka dugaan korupsi pembangunan taman wisata di Sabang ke penuntut umum. Kedua tersangka FA dan IS bakal segera disidang.

“Proses perkara tersebut sekarang sudah beralih dari penyidikan ke penuntutan, artinya dalam beberapa hari ke depan tim JPU akan menyusun surat dakwaan masing-masing terdakwa,” kata Kajari Sabang Choirun Parapat, Kamis (9/6/2022).

Choirun mengatakan, pihaknya bakal segera melimpahkan kasus itu ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Saat ini, kedua tersangka ditahan di Rutan Klas IIB Sabang hingga 20 hari ke depan.

“Dalam masa 20 hari itu berkas perkara serta barang bukti harus dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh,” jelas Choirun.

“Tim JPU Kejari Sabang akan selalu serius dan profesional menuntaskan perkara ini hingga ke pengadilan nantinya, dan kita berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara desa di Kota Sabang, agar berhati-hati dan profesional dalam mengelola anggaran gampong,” lanjut Choirun.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Sabang, Aceh menetapkan dua orang tersangka dugaan korupsi pembangunan taman wisata dan edukasi. Pembangunan tersebut tidak selesai dikerjakan tapi tersangka telah mencairkan uang seluruhnya.

Kedua tersangka adalah FA selaku ketua tim pelaksana kegiatan (TPK) dan IS anggota TPK. Pembangunan taman wisata dan edukasi Gampong Aneuk Laot Kota Sabang dilakukan pada 2020 lalu dengan anggaran Rp385 juta bersumber dari APBDes.

“Pembangunan taman wisata dan edukasi tersebut seharusnya selesai pada bulan Desember 2020, namun hingga sekarang tidak selesai dikerjakan atau diserahterimakan kepada pihak Gampong Aneuk Laot, bahkan terbengkalai dan tidak terurus hingga sekarang,” kata Kajari Sabang Choirun Parapat, Rabu (26/1).

Choirun mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa 28 orang saksi dan satu orang ahli. Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah dokumen.

Dalam penyidikan diketahui, tersangka telah mencairkan dana pembangunan tersebut 100 persen. Penyidik juga disebut mengantongi dua alat bukti untuk menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Berdasarkan laporan hasil audit penghitungan kerugian negara, perbuatan kedua tersangka merugikan negara Rp 204 juta. []

(Sumber | DETIK.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *