oleh

Suka Pura-Pura Sakit Agar Dapat Perhatian

Jakarta-Berbohong dengan mengaku sedang sakit biasa dilakukan oleh seseorang jika ingin menghindari sesuatu yang ia tidak sukai.

Namun ada pula yang berpura-pura sakit agar orang di sekitar peduli padanya. Gejala ini dinamakan sindrom munchausen.

Mengutip TEMPO.CO dari laman National Health Services (NHS), sindrom munchausen merupakan salah satu bentuk gangguan psikologis. Penderita sindrom ini biasanya berpura-pura sakit atau memalsukan gejala penyakit untuk mendapatkan perhatian.

Pengidap sindrom munchausen pun memiliki perilaku yang khas, yaitu berpura-pura memiliki gejala fisik, seperti mengaku menderita nyeri dada atau sakit perut. Bahkan, mereka terkadang nekat membuat dirinya sakit dan menyabotase tubuhnya sendiri.

Ciri lainnya, mereka berpura-pura memiliki gejala psikologis. Seperti mendengar suara atau melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Orang dengan sindrom ini akan tampak sangat meyakinkan.

Sindrom Munchausen dinamai setelah seorang bangsawan Jerman, Baron Munchausen menjadi terkenal karena menceritakan kisah-kisah liar yang tidak dapat dipercaya tentang eksploitasinya.

Masih mengutip TEMPO.CO dari laman Cleveland Clinic, sulit diketahui penyebab pasti seseorang terkena sindrom munchausen. Namun para peneliti percaya faktor psikoligis berperan dalam perkembangan sindrom ini pada seseorang seperti riwayat pelecehan, penelantaran, dan lainnya.

Perawatan utama untuk sindrom munchausen adalah konseling dengan psikiater. Perawatan akan fokus pada perubahan pemikiran dan perilaku.

Terapi keluarga di saat bersamaan bakal membantu menghilangkan sindrom munchausen ini. Terapi kelompok dapat mengurangi perasaan terisolasi atau perasaan bahwa tidak ada yang peduli. []

(Sumber | TEMPO.CO)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed