oleh

Sosok Pj Gubernur Dimata Prof Syamsul Rijal

Banda Aceh-Gubernjr Aceh, Nova Iriansyah, akan mengakhiri tugasnya pada Juni 2022 mendatang. Berbagai spekulasipun muncul dari berbagai elemen terkait sosok pemimpin Aceh selama dua tahun kedepan.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag, misalnya. Ia memberikan pendapat bahwa sosok Pj Gubernur Aceh harus mampu mengolah setiap masalah menjadi solusi.

Tentu saja, argumentasi guru besar filsafat ini mempunyai alasan yang kuat. Bayangkan, saat ini Aceh masih dirudung banyak persoalan yang harus diselesaikan.

“Jika boleh saya memberi pandangan, bahwa Pj Gubernur Aceh ini harus benar-benar solutif. Sebab, banyak PR yang harus diselesaikan Kepala Pemerintah Aceh nantinya,” kata Syamsul Rijal, Kamis, (20/01/2022), di Banda Aceh.

Ia menjelaskan, adapun maksud mengolah masalah menjadi solusi, yaitu sosok pemimpin yang tanggap terhadap berbagai keluhan publik di Aceh.

“Setiap ada persoalan, Pj Gubernur Aceh hadir untuk mencarikan solusi dan menyelesaikannya. Point pentingnya mampu memanage seluruh perangkatnya untuk bekerja keras dan punya satu komitmen dalam menyelesaikan berbagai persoalan Aceh yang masih menumpuk, salah satunya, menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujarnya.

Guru Besar Filsafat Islam pada Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry itu menyamlaikan masih banyak masalah yang harus dipecahkan dengan solusi yang baik dan bijak, serta menguntungkan bagi Rakyat Aceh.

“Tentunya bukan soal kemiskinan saja. Namun lebih sakral lagi terkait masih adanya carut-marutnya pendidikan,” katanya lagi.

Menurutnya, jika saja seorang PJ Gubernur yang mempunyai kapasitas dan inovatif, tentu akan membawa Aceh lebih maju dan setara dengan daerah lain di Indonesia.

“Agar kondisi kita berubah, tidak boleh hanya terpaku pada rutinitas, harus keluar dari zona (rutinitas) itu, sehingga dapat melahirkan karya-karya besar,” urainya

Untuk melahirkan karya besar, katanya, tentu harus mempunyai sosok pemimpin yang berpikir besar dan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Selain itu, tentu dibutuhkan juga sinergitas semua unsur untuk kemajuan Aceh, terutama eksekutif dan legislatif. Kemudian yudikatif, Pers dan Ulama atau akademisi. Dengan sinergitas, insyallah Aceh bisa berkembang pesat kedepan, tentu inilah harapan kita semua,” tutupnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed