oleh

Safaruddin Sambangi Kantor PWI Aceh, Siapa Menyusul?

Banda Aceh-Wakil Ketua III DPRA Safaruddin S.Sos, Jum’at (24/12/2021), menyambangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, tepatnya di Jalan Teungku Angkasa, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Siapa menyusul?

Kedatangan unsur pimpinan DPRA ini untuk melakukan silaturahmi dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, dibawah nahkoda Muhammad Nasir Nurdin, yang sebelumnya telah dilantik oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, pada 6 November 2021 lalu, di Kota Sabang.

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Muhammad Nasir Nurdin, dihadiri pengurus PWI Aceh berlangsung penuh dengan keakraban dan diskusi. Pertemuan tersebut menerapkan Protokol Kesehatan (Protkes).

Ada banyak hal yang disampaikan Wakil Ketua III DPRA Safaruddin S.Sos, kepada pengurus PWI Aceh. Diantaranya terkait pengalokasian dana otonomi khusus (Otsus) untuk Provinsi Ujung Barat Indonesia ini oleh Pemerintah Pusat yang diibaratkan sebagai pil penenang.

Begitu juga dengan revisi Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) yang hingga kini belum masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2022. Itu sebabnya, ia meminta dukungan PWI Aceh dalam perjuangan yang sedang dilakukan DPRA terkait pengajuan revisi tersebut.

“Dalam hal ini perlu membuat cara baru untuk menaikkan negosiasi kita dengan Pemerintah Pusat. Kita tidak mau lagi menciptakan konflik-konflik baru, namun dengan cara-cara diplomasi dan negosiasi terbaik,” ujar Safaruddin, dalam paparannya dihadapan pengurus PWI Aceh.

Menurutnya, kebutuhan mendasar di Provinsi Aceh hingga saat ini adalah persoalan sosial, kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, yang dinilainya masih terbatas.

Point lainnya yang tidak kalah pentingnya disampaikan Politisi Partai Gerindra ini terkait kebebasan Pers di Aceh. Menurutnya, PWI sebagai organisasi profesi kewartawanan bahwa Pers benar-benar harus dijaga.
“Seperti mengadvokasi pekerja Pers yang telah bekerja secara profesional, khususnya yang bernaung di bawah PWI Aceh ini, “ ujar Wakil Ketua III DPRA Safaruddin S.Sos.

Ketua PWI Aceh, Muhammad Nasir Nurdin, mengatakan pihaknya sedang merancang program-program yang bisa ditindaklanjuti, baik jangka pendek maupun menengah dan jangka Panjang.

“Saya piker sinergisitas ini harus kita bangun antara Pemerintah, termasuk legeslatif dengan PWI Aceh. Tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan kehidupan yang nyaman dalam tatanan reformasi,” katanya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed