oleh

Persentase Guru Besar di Tanah Air Masih Rendah

Surabaya-Jumlah guru besar bergelar profesor Perguruan Tinggi di Tanah Air masih relatif sedikit, bahkan persentasenya dapat dipastikan rendah. Promosi guru besar sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hal itu mengemuka saat Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Djohar Arifin Husin, menyampaikan paparannya pada kegiatan Webinar Nasional, yang digelar, Selasa, (05/04/2022).

Ia menuturkan, perlu adanya dorongan yang maksimal agar seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia bisa mencetak para guru besar yang mahir di bidangnya. “Agar perguruan tinggi di Indonesia bisa lebih maju dan bekembang hebat, dibutuhkan calon guru besar dalam skala besar. Inilah saatnya setiap perguruan tinggi menyiapkan dengan baik,” katanya.

Rekor Muri Sevima Unila
Rekor Muri Sevima Unila pada kegiatan Webinar Nasional, yang digelar, Selasa, (05/04/2022). (FOTO | Istimewa)

Dalam pemaparannya disebutkan, Jumlah Profesor di Indonesia tahun 2016 (4.949), 2017 (5.351), 2018 (5.961), 2019 (6.243) orang. Saat ini hanya terdapat 5.479 guru besar dari total Dosen di Indonesia sebanyak 312.890 orang, artiya hanya 2% profesor saja.

“Sulitnya mencapai Guru Besar disebabkan rumitnya persyaratan, lama proses, dan perubahan regulasi,” ujar Arifin.

Di tahun 2021 ada 10 daerah dengan Guru Besar terbanyak se-Indonesia yakni Jawa Barat (935), Jawa Timur (935), DKI Jakarta (764), DI Yogyakarta (575), Sulawesi Selatan (539), Jawa Tengah (497), Sumatera Utara (307), Sumatera Barat (246), Aceh (83), Banten (72) orang.

Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Karomany, M.Si, mengatakan, banyak Perguruan Tinggi yang ingin meningkatkan jumlah guru besar di kampusnya. Tak heran, webinar tentang meningkatkan jumlah Guru Besar dan mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen tersebut sangat ditunggu oleh para Rektor dan wakil rektor di Indonesia.

“Promosi guru besar sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Prof. Dr. Karomany, M.Si.

Founder MURI, Jaya Supranam, menyatakan dirinya sangat mendukung kegiatan ini, agar Indonesia dapat mengejar kekurangan jumlah profesor atau guru besar tersebut.

Kegiatan Webinar Nasional, yang digelar, Selasa, (05/04/2022). (FOTO | Istimewa)

“Setiap perguruan tinggi di Indonesia wajib memiliki tenaga pendidik yang kompeten dan ahli di bidangnya. Oleh karena itu, ruang aktualisasi dosen seperti acara seperti ini sangat kami apresiasi penuh. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan meningkatkan sinergi untuk meningkatkan guru besar di Indonesia,” kata Jaya.

Piagam penghargaan MURI kedelapan yang diraih UNILA dan pertama kalinya diraih oleh SEVIMA ini semoga bisa memberikan inspirasi kepada setiap perguruan tinggi agar bisa melahirkan para guru besar yang ahli dan kompeten.

Pecahkan Rekor Terbanyak

Dalam kesempatan itu, Universitas Lampung (Unila) bersama PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) konsultan dan Pengembang Teknologi Informasi mencetak rekor dalam Museum Rekor Indonesia (Muri), pada kegiatan Webinar Nasional dengan peserta terbanyak yang diikuti oleh rektor dan wakil rektor se-Indonesia.

Tercatat secara resmi sebanyak 250 rektor dan wakil rektor serta 8.000 peserta hadir dalam webinar tentang strategi meningkatkan jumlah guru besar dan mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen melalui platform Zoom dan Youtube. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *