oleh

Pengurus KONI Se Tanah Air Kumpul di Sabang, Apa Agendanya?

Sabang-Seluruh pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) se Tanah Air, Sabtu, 7 April 2018, malam dilaporkan berkumpul di Kota Sabang untuk menghadiri rapat koordinasi dan silaturrahmi KONI se-Indonesia guna mendukung pencalonan Aceh-Sumut sebagai tuan rumah PON ke-21 Tahun 2024.

Acara ini turut dihadiri Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, Walikota Sabang serta unsur Forkopimda Kota Sabang, perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Pengurus KONI Sumut dan pengurus KONI seluruh Indonesia.

“Pertemuan yang kita laksanakan ini pada dasarnya bertujuan untuk memperkuat silaturrahmi dan membangun tekad bersama demi memajukan olahraga di Tanah Air,” ujar Wagub.

Ia berharap para pengurus KONI dari berbagai wilayah di Tanah Air berkenan mendukung Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah bersama dalam pelaksanaan PON ke-21 tahun 2024.

Pada kesempatan itu Wagub juga menceritakan, pada awalnya Provinsi Aceh sangat berkeinginan menjadi tuan rumah tunggal untuk pelaksanaan PON 2024 nanti.

Bahkan, impian Aceh telah menguat untuk PON ke-20 tahun 2020. Namun karena Papua juga menginginkan jadi tuan rumah, maka akhirnya Aceh mengalah dengan ikhlas dan menunggu empat tahun lagi untuk dapat mencalonkan diri sebagai tuan rumah pada 2024.

“Terpilihnya Papua sebagai tuan rumah PON ke-20 nanti tentu bisa kita maklumi, sebab Papua belum pernah menjadi tuan rumah pagelaran olahraga itu. Lagipula PON ke-18 tahun 2012 pelaksanaannya sudah di Pulau Sumatera, yaitu di Riau,” ujar Nova.

Namun untuk PON ke-21, lanjut dia, Aceh kembali bertekad menjadi tuan rumah. Akan tetapi, pada saat bersamaan Sumatera Utara juga mengutarakan keinginan yang sama, sehingga kedua Provinsi ini akhirnya sepakat mencalonkan diri untuk bersama-sama menjadi tuan rumah.

“Hal itu kemudian membuat kita berfikir, karena dua daerah ini sangat dekat satu sama lain, baik secara geografis, secara kultural, secara histori, sosial ekonomi maupun secara emosional, dan alangkah baiknya jika kita bisa maju bersama dengan kelengkapan sarana dan fasilitas yang kita miliki,” lanjutnya.

Ia meyakini, jika tampil bersama, tentu peluang terpilih akan sangat besar. Lagipula, dengan tampil sebagai tuan rumah bersama, kedua provinsi ini akan melahirkan sejarah baru, karena ini pertama kalinya dua provinsi bersatu menyelenggarakan satu event olahraga terbesar tingkat nasional.

“Bagi kami, tampil sebagai tuan rumah PON tidak sekedar menjadi penyelenggara saja, tapi kami ingin menunjukkan bahwa Aceh bagian tak terpisahkan dari NKRI,” kata Wagub seraya menjelaskan Aceh kini telah menjadi daerah yang damai, serta siap menjadi tuan rumah untuk event-event nasional dan internasional.

“Pada 29 Juli nanti, dari titik Km 0 Kota Sabang ini akan berlangsung pula Aceh Marathon yang diikuti ribuan pelari nasional dan internasonal. Event itu menjadi gambaran kuatnya semangat kami memajukan olahraga di negeri kita,” katanya lagi.[]

Reporter | M. Zairin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed