oleh

Pejabat Eselon II Satu Orang, Terbanyak Eselon IV

Banda Aceh-Bongkar pasang kabinet dilingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, dibawah tampuk pimpinan Aminullah-Zainal, tampaknya belum usai sejak dilantik 7 Juli 2017 lalu oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Betapa tidak, Jum’at 20 April 2018, gelombang mutasi kembali bergulir.Sebanyak 73 pejabat eselon II, III dan eselon IV dilantik.Meski kali ini hanya satu orang pejabat eselon II yang di lantik dan 13 orang eselon III serta 57 orang pejabat eselon IV.

Pelantikan dilakukan Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin, di aula Balaikota setempat, berdasarkan SK Walikota Banda Aceh Nomor 311 Tahun 2018 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat Struktural.

Adapun Pejabat Eselon II yang dilantik yakni dr Fuziati SpRad sebagai Direktur RSUD Meuraxa. Sementara Pejabat Eselon III baru di antaranya drh Mawardi Silvakarta sebagai Sekretaris DPPKP dan Jurianto SE Sekretaris Dinas Pariwisata Banda Aceh.

Sementara dua nama dari 57 Pejabat Eselon IV yang dilantik adalah Firman sebagai Kasubbag Pemberitaan pada Bagian Humas Setdako Banda Aceh menggantikan Mahdi SPd MM yang menempati jabatan baru Kasi Penguatan Sumber Daya Komunikasi dan Ekosistem Smart City Diskominfotik Banda Aceh.

Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin, mengatakan bahwa penunjukan seseorang pegawai untuk menduduki suatu jabatan pada hakikatnya mengandung makna sebagai pemberian kepercayaan dan amanah serta penghargaan dari pemerintah.

“Karena itu jabatan harus ditempatkan sebagai suatu amanah yang dapat dan harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, negara, organisasi dan masyarakat,” pesannya.

Ia juga mengharapkan pejabat baru senantiasa berpedoman kepada prosedur, standar, dan peraturan yang berlaku, serta senantiasa berupaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, dan juga bersedia menerima kritik yang membangun.

“Khusus kepada pejabat yang dilantik pada instansi kesehatan, kami berharap penanganan dan pelayanan di bidang kesehatan semakin meningkat, apalagi masyarakat juga semakin kritis, dimana kesalahan sedikit oleh aparatur negara akan cepat viral di media sosial,” harapnya.[]

(Editor | M.Zairin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed