oleh

Momentum Bersejarah Bagi Penegakan Hukum di Indonesia

Jakarta-Jaksa Agung, Burhanuddin menyampaikan refleksi akhir tahun 2021 dan rencana program prioritas Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2022. Hal itu disampaikan Burhanuddin, didampingi oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jum’at,. (31/12/2021).

Ia menyampaikan, tahun 2021 merupakan momentum bersejarah bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya Kejaksaan Republik Indonesia.

“Dimana pandemi COVID-19 gelombang kedua begitu hebat mengguncang ibu pertiwi, tetapi semangat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak pernah surut, bahkan semakin bangkit untuk tetap berkarya mewujudkan Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh,” ujarnya.

Dikatakan, pasang surut penegakan hukum yang terjadi selama setahun terakhir telah menjadi batu uji bagi Kejari dalam mengemban tugas dan tanggung jawab secara profesional.

“Khususnya dalam upaya mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dan mendukung pembangunan bersama seluruh komponen bangsa dengan memberdayakan potensi yang kita miliki,” kata Burhanuddin.

Menurutnya, berbagai kebijakan, pembaharuan, inovasi, dan terobosan hukum telah dikeluarkan untuk menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan dan berkemanfaatan, serta mendukung pembangunan Indonesia.

Ia mengatakan, langkah tersebut juga merupakan cerminan kepekaan Kejaksaan dalam menyikapi perkembangan hukum yang terjadi.

Berangkat dari semangat tersebut, dan berdasarkan empat pilar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional IV (RPJMN IV), dan tujuh agenda pembangunan RPJMN IV tahun 2020-2024

Kejaksaan telah menetapkan Rencana Strategis Tahun 2020-2024 dan capaian kinerja strategis pada tahun 2021. Guna mencapai sasaran dalam rencana strategis, telah diambil kebijakan tujuh program kerja prioritas Kejaksaan RI tahun 2021.

Jaksa Agung menyampaikan bahwa bukti nyata kiprah Kejaksaan dalam merealisasikan tujuh program kerja prioritas Kejaksaan RI tahun 2021 telah dirangkum dalam refleksi akhir tahun ini.

Bukan hanya itu, Jaksa Agung sebagai penyidik HAM yang berat membuat terobosan untuk mengatasi kebuntuan hukum dengan melakukan penyidikan umum peristiwa pelanggaran HAM berat Paniai tahun 2014.

Selain melaksanakan tugas pokok dan berbagai terobosan dalam penegakan hukum, Kejaksaan juga senantiasa terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga marwah institusi dan penguatan kelembagaan. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed