oleh

Membangun yang Tersisa, SMSI Datang Warga Ikut Senang

Banten-Siapa yang tidak tahu dengan daerah yang satu ini. Sejak menjadi wilayah pemekaran dari tahun 2000, dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000, Provinsi Banten dengan pusat pemerintahan berada di Kota Serang, terus menunjukkan perkembangan pesat dari berbagai sektor.

Saat ini, Provinsi Banten dipimpin Gubernur Dr Wahidin Halim, perkembangan pembangunan dalam lima tahun terakhir luar biasa pesat. Kawasan industri dan perumahan-perumahan baru bermunculan, jalan-jalan diperlebar.

Namun masih ada yang tersisa di kota dan Kabupaten yang ada dalam Provinsi Banten, karena belum tertangani semua. Di Kabupaten Serang, Pandegelang, dan Lebak, bahkan Kabupaten Tangerang yang paling dekat dengan Jakarta, masih terdapat daerah yang butuh perhatian dalam hal layanan peningkatan kesejahteraan, kesehatan, serta akses jalan dan infrastruktur lainnya.

Maka tidak sulit bagi lembaga sosial atau Kementerian Sosial yang ingin mencari sasaran penerima bantuan sosial. Mau membuat jembatan gantung, mau memperbaiki rumah penduduk, membangun sanitasi atau fasilitas umum seperti sekolah, itu tidak sulit mendapatkannya.

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) juga tidak mengalami kesulitan ketika memilih membangun jalan dan MCK untuk warga. Panitian HPN SMSI bersama Ketua SMSI Provinsi Banten langsung dapat lokasi, yaitu di Kampung Jaha, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Bantuan pembangunan jalan dan pembangunan MCK yang diberikan SMSI kepada warga Kampung Jaha, pun disambut gembira.

Warga senang
Hasanah, salah satu warga setempat mengaku saat ini kampungnya terlihat lebih rapi dan bersih.

“Sejak ada pembangunan jalan ini, kampung kami jadi rapi dan bersih. Mau lewat juga enak dan nyaman,” ujarnya saat ditemui wartawan, Minggu (06/02/2021).

Selama ini, Hasanah mengaku kampungnya terlihat kumuh karena jalan antar kampung mereka masih seadanya, berupa jalan tanah yang tidak beraturan bentuknya. “Jalannya jelek, kalau hujan jalannya malah becek dan licin.”

Hasanah mengaku seringkali menggunakan sepeda motor melintasi jalan kampung jika ada keperluan ke rumah temannya. “Kalau dulu, terutama saat hujan kalau mau melintas harus hati-hati supaya tidak terpeleset. Jalannya juga becek jadi harus pelan-pelan supaya beceknya enggak ngotori celana,” tutur Hasanah.

Hal serupa juga disampaikan Markani, warga setempat. Ia mengaku sangat bersyukur pada Hari Pers Nasional (HPN) 2021, SMSI membantu para warga dengan program bakti sosial berupa pembangunan ruas jalan kampung mereka juga ikut dibangun. “Lumayan jalan jadi bagus, enggak becek, enggak licin karena sudah diaspal,” tuturnya.

Anak-anak pun tampak riang gembira di sepanjang jalan baru itu. Mereka bersepeda, bermain bersama teman sebayanya. Ketika anak-anak merasa harus buang air besar, langsung lari ke rumah yang sudah tersedia tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK) bantuan SMSI.

Tidak seperti sebelumnya mereka harus lari ke sawah, ladang milik orang lain untuk buang air besar. Pemilik lahan marah bersungut-sungut karena lahannya dijadikan tempat buang air besar.

Selain membangun jalan, SMSI juga membangun 16 MCK untuk warga. “Ini hadiah untuk warga pada hari peringatan Hari Pers Nasional 2021. Silakan digunakan dan dirawat,” tutur Ketua Umum SMSI Firdaus, setelah peresmian jalan dan MCK yang dilakukan oleh Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, 7 Februari 2021. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed