oleh

Lantik 22 Pejabat, Walikota: Tinggalkan Pola Lama Dalam Melayani Masyarakat

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, usai melantik 22 pejabat eselon II, III dan IV di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Selasa, 23 Januari 2018, di aula lantai IV, Balaikota setempat.
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, usai melantik 22 pejabat eselon II, III dan IV di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Selasa, 23 Januari 2018, di aula lantai IV, Balaikota setempat.

Banda Aceh-Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, melantik 22 pejabat eselon II, III dan IV di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.Kepada pejabat yang dilantik, ia mengajak untuk dapat meninggalkan pola-pola lama dalam melayani masyarakat.

Pelantikan para pejabat tersebut turut disaksikan Wakil Walikota, Zainal Arifin, Ketua DPRK, Arif Fadillah dan Sekdakota, Bahagia, Selasa, 23 Januari 2018, di aula lantai IV, Balaikota setempat.

Empat pejabat Eselon II yang dilantik adalah, Hamdani sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Bustami sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Alimsyah sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Muzakir sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos).

Selain melantik empat pejabat eselon II, Aminullah juga melantik 14 pejabat eselon III, diantaranya Ria Jelmanita sebagai Kabag Tata Pemerintahan pada Sekretariat Kota Banda Aceh. Ria Jelmanita yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Meuraxa menggantikan Muzakir yang kini dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial.

Kemudian Aminullah juga melantik Anisul Fuad sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan, Saiful Azmi sebagai Sekretaris Diskominfotik, Nurhasanah sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olaharaga, Azhari sebagai Sekretaris Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah pejabat eselon III lainnya.

Pada jabatan eselon IV, Walikota melantik Sawaluddin sebagai kepala Subbagian Umum Kepegawaian dan Aset pada Sekretariat DPRK Banda Aceh, Nanih Nuroniah sebagai Kepala Subbagian fasilitasi Penganggaran pada Bagian Penganggaran dan pengawasan Sekretariat DPRK Banda Aceh.

Muliana sebagai Kepala Subbagian Keuangan pada Sekretariat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, pengendalian, Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh dan Safriana sebagai Kepala Subbidang Fasilitasi partai Politik dan Pemilu Bidang Politik Dalam Negeri pada Kesbangpolinmas Kota Banda Aceh.

“Mari kita tinggalkan pola-pola lama dalam melayani masyarakat. Karena itu, tingkatkanlah koordinasi dan sinergitas kepada pimpinan maupun sesama SKPK serta stakeholder lainnya sebagai mitra kerja Pemerintah Kota Banda Aceh,” ujar Aminullah.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat melantik 22 pejabat eselon II, III dan IV di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Selasa, 23 Januari 2018, di aula lantai IV, Balaikota setempat.
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, saat melantik 22 pejabat eselon II, III dan IV di jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Selasa, 23 Januari 2018, di aula lantai IV, Balaikota setempat.

Aminullah mengatakan mutasi dan promosi jabatan yang dilakukan itu merupakan upaya untuk mengisi kekosongan dan penyegaran di organisasi serta optimalisasi kinerja dalam rangka mewujudkan pemerintah yang baik dan bersih di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Pelantikan yang baru kita saksikan tadi merupakan hal biasa dan lumrah di dalam organisasi guna revitalisasi kinerja pemerintahan,” ujar Walikota.

Katanya, pelantikan pejabat eselon II, III dan IV kali ini dilakukan berpegang pada prinsip profesionalitas, prestasi kerja, jenjang pangkat dan loyalitas.

Khususnya bagi Eselon II, Walikota mengatakan, ini merupakan pelantikan perdana setelah dilakukannya proses seleksi Jabatan Tinggi Pratama (JPT) beberapa waktu yang lalu.

Aminullah berharap, pelantikan ini akan memberi dampak terjadinya terjadinya perubahan yang signifikan terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Kita harus meningkatkan kejelian, kecermatan dan ketepatan dalam menyelesaikan tugas yang akan dihadapi, khususnya dalam memenuhi dan mencapai target RPJM yang menjadi arah dan pedoman pembangunan Kota Banda Aceh selama 5 tahun ke depan terutama untuk mewujudkan Kota Banda Aceh gemilang dalam bingkai Syariah,” tegasnya.[] Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed