oleh

Kejari Medan Raih Capaian Prestasi dan Penghargaan

Medan-Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), benar-benar begitu berarti bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Bayangkan, di hari jadi Bidang Tindak Pidana Khusus itu, Kejari Medan, meraih capaian prestasi dan penghargaan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Ini tak lepas dari keberhasilan lembaga tersebut mengungkap kasus korupsi disana.

Kejaksaan Agung (Kejagung) menilai Kejari Medan merupakan Harapan I (Pertama) terbaik dalam penanganan korupsi. Penilaian ini khusus Kejari Tipe A di seluruh Indonesia.

Hasil penilaian itu disampaikan Kejagung dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-39 Bidang Tindak Pidana Khusus, perihal Penilaian Kinerja Tahun 2021 Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri tipe A, Kejaksaan Negeri Tipe B, dan Cabang Kejaksaan Negeri, Rabu (29/12/2021).

Pada momentum sebelumnya Kejari Medan juga meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) kategori perkara dengan kerugian negara terbesar berdasarkan hasil laporan auditor, Kamis (9/12/2021) dan penghargaan atas pencapaian kinerja penanganan tindak pidana korupsi terbaik I (pertama) Satker Wilayah Kejaksaan Tinggi se-Sumatera Utara, Selasa (28/12/2021).

“Alhamdulillah. Kejari Medan mendapat berbagai penghargaan dari Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas pencapaian kinerja penanganan tindak pidana korupsi,” ujar Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah, Kamis (30/12/2021).

Didampingi Kasi Intelijen Bondan Subrata, ia menjelaskan hal itu tak lepas dari kualitas penanganan tindak pidana khusus, terutama tindak pidana korupsi (tipikor) yang ditangani jajarannya.

Tidak hanya itu, kata Teuku Rahmatsyah, Kejari Medan juga berhasil mengeksekusi 13 terpidana korupsi, lima diantaranya pernah menyandang status buron.

Dari lima terpidana buronan yang dieksekusi, satu diantaranya termasuk buronan kelas kakap Adelin Lis.
“Saya kira menjadi salah satu aspek penilaiannya,” sebut Teuku Rahmatsyah.

Apresiasi ini, katanya akan menjadi motivasi dirinya dan jajaran untuk lebih meningkatkan kinerja. “Prestasi ini jangan membuat kita lengah. Tapi harus memacu diri untuk terus bergerak dan berkarya meningkatkan capaian kinerja,” katanya lagi.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Medan Agus Kelana Putra, menerangkan pada tahun 2021 ini pihaknya tengah menangani 10 kasus dugaan rasuah dengan rincian 4 kasus dalam tahap penyelidikan dan 6 kasus naik ke tahap penyidikan, sementara 17 kasus saat ini juga sedang dalam tahap penuntutan.

“Selain itu, Kejari Medan juga berhasil melaksanakan penyelamatan keuangan negara dari penerimaan pembayaran denda ke kas negara senilai Rp1.7 miliar dan penerimaan pembayaran Uang Pengganti uang senilai Rp529.700.000 (lima ratus dua puluh sembilan juta tujuh ratus ribu rupiah) serta penyitaan aset senilai Rp140.800.000.000 (seratus empat puluh milyar delapan ratus juta rupiah),” tambah Agus. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed