oleh

Eks Kombatan GAM Abdya Ancam Duduki Gedung DPRK

Aceh Barat Daya-Puluhan Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh melakukan audiensi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) diruang Komisi A, Jumat, 23 September 2022.

Kedatangan mantan kombatan GAM ini disambut oleh Anggota DPRK dari Partai Aceh, Hendra Fadli, Sardiman dan Yusran Adek dari Partai Nasdem.

Anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah 013 Blangpidie Mustiari atau akrab disapa Muh Sudoeng, mengatakan bahwa kehadiran mereka untuk beraudiensi tentang janji pemerintah terhadap mantan kombatan terkait lahan.

“Kita menagih janji pemerintah terkait lahan untuk mantan kombatan, keluarga syuhada Eks kombatan, inoeng bale dan korban Konflik Aceh lainnya utamanya di Abdya,” kata Mustiari, Jumat, 23 September 2022 usai audiensi di DPRK.

Dikatakan, mereka tidak ingin lagi hanya diberikan janji-janji manis saja. Terlena dengan janji namun tidak pernah ditepati hingga saat ini dan hari ini kami menagih itu.

“Kami menagih janji pemerintah. Kami tidak bisa bersabar lagi. Ini sudah kelewatan. Tidak menutup kemungkinan kami akan menduduki kantor DPRK dan pemerintah Abdya jika ini tidak terealisasi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak serius terkait lahan untuk Ek Kombatan. Buktinya, banyak lahan tidur yang saat ini terbengkalai, namun tidak ada upaya untuk dialihkan kepada masyarakat juga untuk kombatan.

“Banyak lahan yang terbengkalai di Abdya, tapi tidak ada upaya dari pemerintah untuk mengurus agar bisa digarap oleh masyarakat. Ini bukti pemerintah tidak serius,” ucap dia.

Sementara terkait Lahan Eks PT.CA di Kecamatan Babahrot yang dijanjikan pemerintah, pihaknya berharap pemerintah mengkaji ulang untuk memberikannya kepada Eks Kombatan, sebab saat ini banyak warga yang sudah mengarapnya walau belum ada surat.

“Kalau lahan PT.CA diberikan untuk kami, kami bukan menolak, tapi kami minta dulu pemerintah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Kami tidak mau bentrok dengan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut dia berkata, Eks Kombatan sudah melakukan survey dan ada lahan tidur di Kreung Sapi di Kecamatan Babahrot seluas 2 ribu Hektare yang terbengkalai. Pihaknya meminta pemerintah untuk melakukan tinjauan dan mau mengurus segala keperluan agar bisa di garap oleh Eks Kombatan.

“Kami minta unsur pemerintah untuk meninjau lokasi ini. Kita sama-sama mencari solusi agar tanah ini bisa digarap oleh Eks Kombatan. Kami minta keseriusan dan jangan sampai salahkan kami jika nanti kami bersikap. Kami sudah muak dengan janji-janji,” katanya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | SR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *