oleh

DPO Perusakan Hutan Tak Melawan Saat Ditangkap

Banda Aceh-Edi Saputra Bin Zainuddin, salah satu terpidana yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya menyerah saat ditangkap Tim Tabur Kejati Aceh yang bekerjasama dengan Tim Tabur Kejari Nagan Raya, Selasa, (17/05/2022), sekira Pukul 22.30 WIB.

Plt. Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H, dalam keterangan tertulis kepada Media Pers, mengatakan, terpidana ditangkap saat sedang menuju pulang ke kediamannya. Kabar keberadaan terpidana di lokasi itu diperoleh Tim Tabur dari informasi masyarakat. Selanjutnya, Tim Tabur Kejati Aceh yang dipimpin Asisten Intelijen Kejati Aceh menindak lanjuti laporan tersebut dan menurunkan Tim Tabur Kejati Aceh, untuk memonitor dan mengecek langsung kebenaran laporan tersebut ke Nagan Raya.

Setelah dilakukan pemantauan dan kebenaran informasi itu, akhirnya ditemukan terpidana Edi Saputra Bin Zainuddin Di Gampong Ie Mirah Kecamatan Darul Makmur Nagan Raya, terpidana adalah benar orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang sedang pulang kerumahnya.

Syahdan, Tim Tabur Kejati Aceh bekerjasama dengan Tim Tabur Kejari Nagan Raya mengadakan pendekatan untuk mengeksekusi terpidana Edi Saputra Bin Zainuddin. Dari hasil koordinasi dan kerjasama dari masyarakat setempat, akhirnya sekira Pukul 22.30 WIB malam.

Terpidana Edi Saputra Bin Zainuddin secara kooperatif bersedia ikut serta dengan Tim Tabur ke Kejari Nagan Raya untuk melengkapi administrasi pelaksanaan putusan pengadilan. Selanjutnya terpidana Edi Saputra Bin Zainuddin dibawa ke Lapas kelas II B Meulaboh, Aceh Barat.

Sebagaimana diketahui, terpidana Edi Saputra Bin Zainuddin telah di putus bersalah berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh No 18/Pid.Sus/2017 tertanggal 13 Maret 2017, dengan hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp.500 Juta subsider 1 bulan penjara.

Edi Saputra Bin Zainuddin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengangkut hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 83 Ayat (1) huruf (b) UURI nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan.

Terpidana Edi Saputra Bin Zainuddin telah dipanggil secara patut oleh Jaksa Penuntun Umum untuk melaksanakan putusan tersebut. Namun, yang bersangkutan mangkir dan melarikan diri hingga masuk Dalam daftar Pencarian Orang (DPO) sesuai dengan DPO nomor R.18/L.129/D.62/07/2020 tertanggal 28 Juli 2020. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *