oleh

Dinas Pendidikan Aceh Renovasi Lab Kimia SMA Negeri 13 Banda Aceh

Banda Aceh-Dinas Pendidikan Aceh merenovasi salah satu sarana yang menjadi kebutuhan pembelajaran siswa yaitu Lab Kimia di SMA Negeri 13 Banda Aceh. Kebutuhan renovasi lab kimia itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran siswa di sekolah tersebut.

Kepala SMA 13 Banda Aceh, Sitti Hasnidar, Selasa (08/11/2022), mengatakan sebelumnya SMA Negeri 13 Banda Aceh sudah memiliki Lab, namun tidak layak digunakan. Untuk itu, kata Hasnidar, pihaknya mengajukan proposal untuk merehab lab tersebut di bidang sarpras Dinas Pendidikan Aceh. Selain renovasi Lab, pihaknya juga mengajukan beberapa pembangunan lainnya seperti, kantin sehat, parkir, dan rehab ruangan kelas.

“Dari beberapa proposal yang saya ajukan, yang disahuti pembangunannya yaitu Lab Kimia dan parkir untuk guru dan siswa yang sekarang sedang tahap penyelesaian. Dan Alhamdulillah Lab Kimia sudah selesai,” katanya.

Hasnidar juga mengatakan, selain bantuan sarana tersebut, ada juga pengajuan renovasi atap yang berada di depan sekolah yang sebelumnya diterpa angin kencang, serta renovasi bagian fisik dan dekorasi lainnya. Dan itu sudah masuk dalam tahap perencanaan, untuk pengerjaannya akan dikerjakan di tahun 2023 mendatang.

SMA Negeri 13 Banda Aceh saat ini, kata Hasnidar, memiliki empat lab, yaitu Lab Kimia, Fisika, Komputer. Sementara Lab Biologi masih menggunakan ruangan kelas.

Ruangan Lab Kimia SMA 13 Banda Aceh yang sudah direhab oleh Dinas Pendidikan Aceh

Menurut Hasnidar, Lab sangat penting dan dibutuhkan untuk siswa dan guru khususnya untuk meningkatkan pembelajaran, apalagi kebutuhan Lab ini (Lab Kimia) yang dibantu Dinas Pendidikan Aceh.

“Karena guru Fisika, Biologi, Kimia bukan hanya mengajar teori saja, tapi mereka juga mengajar praktek untuk membuktikan teori itu. Nah, itu bisa dilakukan dengan eksprerimen di Lab. Alhamdulillah guru di sini sudah melakukan itu,” ujarnya.

Oleh karenanya, Hasnidar meminta guru-guru khususnya yang mengajar mata pelajaran tersebut untuk aktif melakukan ekperimen atau demonstrasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.

“Apalagi kita sedang ada mahasiswa PPG Pra Jabatan USK. Mereka juga saya minta untuk menggunakan lab-lab tersebut,” katanya.

Ia berharap, Dinas Pendidikan Aceh juga mengawal dan memastikan bantuan tersebut agar segala sarana dan prasarana yang telah diberikan dapat digunakan oleh para tenaga pengajar. Hal itu bisa dilakukan dengan melatih guru-guru terhadap penggunaan Lab misalnya, dan alat-alat praktikum lainnya.

“Banyak pengalaman saya dapatkan saat mengunjungi SMA lainnya di Aceh, masih ada bantuan Lab belum digunakan oleh guru secara maksimal, malah masih lengkap dalam kotak. Dinas Pendidikan Aceh bisa melatih para guru untuk bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah diberikan ini,” tutur Hasnidar yang juga pengajar standarisasi laboratarium. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *