oleh

Dinas Pendidikan Aceh Pasang Paving Block dan Sarana PBM di SMA Negeri 12 Banda Aceh

Banda Aceh-Dinas Pendidikan Aceh terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh. Seperti yang dilakukan pada SMA Negeri 12 Banda Aceh, salah satunya dengan membantu pemasangan paving block dan rabat beton yang sedang dikerjakan untuk tahun ini.

Hal itu dilakukan untuk menunjang keutuhan bangunan agar masyarakat sekolah terasa aman dan nyaman melakukan aktivitasnya, baik dalam proses belajar mengajar (PBM) maupun kegiatan lainnya.

Kepala Sekolah SMAN 12 Negeri, Nurjannah, Kamis, (10/22/2022), mengatakan bangunan sekolah itu merupakan bangunan lama yang masih digunakan untuk proses belajar mengajar (PBM) bagi siswa dan guru sampai saat ini.

Pihaknya sudah mengajukan bantuan agar dapat dibangun bangunan baru untuk sekolahnya, seperti beberapa ruangan, semisal ruangan kepala sekolah dan ruang wakil kepala selokah.

“Sekolah ini berada di pusat kota, kemudian pembelajaran siswa dirasa masih kurang nyaman dengan bangunan lama ini, seperti struktur tanah masih rendah di ruangan kelas-kelas, dan dindingnya yang keropos,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Dinas Pendidikan Aceh dapat membantu dan memberi perhatian terhadap pembangunan fisik sekolahnya pada realisasi anggaran di tahun depan, agar bangunan sekolah tersebut dapat terjaga dan terlihat estetik.

Beberapa ruangan di sekolah tersebut dilapisi dengan triplek untuk menutupi dinding yang sudah keropos. Iniasiatif itu dilakukan Nurjannah bersama pihak sekolah agar ruangan itu bisa terlihat bagus kembali.

Hal serupa juga disampaikan Waka Sarana dan Prasarana, SMA Negeri 12 Banda Aceh, Suhartina, yang juga berharap perhatian Dinas Pendidikan Aceh kepada sekolahnya untuk membantu proses pembangunan fisik. Karena sekolah tersebut masih bertahan dengan bangunan lama sejak 1976 eks SMEA.

“Jika pun ada bantuan, cuma rehab, kami berharap dibangun yang baru, karena berdasarkan analisis dinas PUPR sudah rusak berat, karena sudah nampak besi, jika pun direhab hanya bertahan tiga tahun,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, untuk tahun ini pengajuan bantuan yang sudah diajukan berupa pembangunan gedung, rehab ruang kepala sekolah dan wakil, ruang kelas, dan musalla.

“Jadi banyak proposal yang kami layangkan, untuk tahun ini baru dua yang diterima, mudah-mudahan tidak deadline agar anggarannya dapat terealisasi,” ujarnya. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *