oleh

Dear Pak Gubernur Nova, Warga Sekitar DAS Aceh Tamiang Menanti Sejahtera

Aceh Tamiang-Hidup dengan sarana dan prasarana yang mumpuni tentu menjadi dambaan semua masyarakat. Tak terkecuali warga di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), Aceh Tamiang.

Peristiwa banjir yang menerjang daerah itu pada 90-an dan baru-baru ini awal 2021, menaruh asa agar tak terulang lagi. Dipundak Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, warga menanti adanya rehabilitas tanggul pengamanan banjir disepanjang DAS tersebut.

Tanggul itu berada disepanjang DAS yang membentang dari jembatan Kuning Rantau hingga Kampung Rantau Pakam. Tanggul ini dibangun belasan tahun lalu.

Kini kondisinya sudah mengalami penyusutan dan retak-retak. Celakanya, bila banjir melanda, air-pun menyapu kawasan permukiman warga.

Banjir awal 2021 ini misalnya, sejumlah titik jebol bahkan sejumlah titik air melewati ketinggian tanggul. Kondisi itu pula menggambarkan perlu segera mungkin dilakukan rehabilitas tanggul tersebut.

Pada 19 Mei 2020, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, telah meninjau lokasi tanggul tersebut. Saat itu Nova Iriansyah menjabat sebagai Plt Gubernur Aceh, didampingi Ketua DPR Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Wakil Kepala Kejati Aceh dan Kepala Dinas Sosial Aceh.

Dalam kunjungan peninjauan ke aliran Sungai Tamiang yang bermuara ke Selat Malaka, Pimpinan Forkopimda Aceh itu menyaksikan langsung derasnya arus air dan beberapa lokasi tanggul bibir sungai yang tergerus.

“Insya Allah usai COVID-19 ini kita akan benahi tanggul sungai Tamiang ini,’ ujar Nova Iriansyah kala itu.

Sementara banjir di awal Tahun 2021 ini, Nova Iriansyah sudah ‘naik kelas’. Ia dilantik sebagai Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022, oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis (05/11/2020).

Banjir kali ini, politisi Partai Bintang Mercy bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengutuskan Dyah Etri Idawati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Aceh.

Dyah Erti Idawati tidak sendiri ke lokasi banjir itu, ia turut didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas, Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah dan Plt Kepala Dinas Pengairan Aceh Ade Surya serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dapil 7 yaitu Sang Srikandi Aceh Tamiang, Nora Idah Nita dari Partai Demokrat.

Mengenakan sendal jepit, Dyah dengan sigapnya ia menapaki genangan air bercampur lumpur sisa-sisa banjir yang menerjang wilayah tersebut dalam beberapa hari lalu.

Setidaknya, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang  terdampak banjir akibat guyuran hujan deras yang mengakibatkan meluapnya air sungai. Hal itu membuat ribuan warga sekitar harus mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.

“Pak Gubernur prihatin dengan musibah ini. Dan menugaskan saya langsung untuk hadir di sini. Jadi segala sesuatu (keluhan warga) yang bapak sampaikan sudah saya record, dan akan saya sampaikan pada Pak Gubernur dan SKPA terkait,” kata Dyah saat berdialog dengan Datuk Penghulu Teluk Kemiri dan Teluk Kepayang di Kecamatan Bendahara.

Dyah mengaku, setelah melihat langsung lokasi tanggul yang ambruk, dalam waktu dekat pemerintah Aceh akan mengusahakan langkah darurat atau solusi sementara melalui Badan Penanggulangan Bancana Aceh (BPBA) dan Dinas Sosial Aceh.

“Tapi kita juga akan usahakan solusi permanenya, tapi ini tidak serta merta bisa kita lakukan dalam waktu cepat, karena secara tekhnis kalau dibangun langsung tanggulnya sama saja, nantinya akan jebol lagi,” ujar Dyah.

Dyah yang juga seorang Arsitek tersebut mengatakan, untuk membangun kembali tanggul di sepanjang sungai Tamiang tersebut dibutuhkan tenaga tekhnis khusus untuk melakukan grand design, sehingga tanggul yang dibangun di bantaran sungai itu akan kokoh dan bertahan lama.

“Pembangunan tanggul tidak semudah membalikan telapak tangan melainkan harus dilakukan tahapan-tahapan khusus sehingga tanggul yang di bangun nantinya akan kokoh dan tahan lama sehingga warga tidak akan lagi terdampak banjir akibat luapan air sungai,” pungkasnya.

Terkait dengan kunjungan Gubenur Aceh beberapa bulan lalu serta kunjungan penugasan Dyah Etri Idawati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Aceh oleh Gubernur Aceh, Forum Datok Penghulu Kecamatan Bendahara menaruh sejuta harapan akan terbangunnya tanggul – tanggul yang jebol dan merehabilitasi tanggul  – tanggul yang rendah.

“Jangan biarkan kami menderita setiap tahunnya akibat banjir. Dan jangan biar para petani merugi setiap tahunnya gagal panen,” ungkap Ketua Forum Datok Penghulu Kecamatan Bendahara, Arianto, Rabu, (27/01/2021), di Sungai Iyu.

Menurutnya sudah selayaknya Pemerintah Aceh membangun serta merehabilitas tanggul – tanggul yang sudah puluhan tahun dibangun.

Arianto mengatakan ada beberapa titik lokasi tanggul yang sangat darurat diantaranya tanggul Kampung Rantau Pakam, Teluk Halban, Teluk Kepayang dan Kampung Marlempang.

“Keberadaan tanggul ini sangat penting, karena ketika tidak ada rehabilitas tanggul secara permanen. Banjir sewaktu-waktu dapat mengancam warga dua kecamatan. Kecamatan Bendahara, Banda Mulia bahkan Kecamatan Manyak Payed,” jelasnya.

Arianto selaku Ketua Forum Datok Penghulu Kecamatan Bendahara menyampaikan ribuan terimakasih kepada Gubernur Aceh, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, sejumlah Kepala SPKA, Bupati Aceh Tamiang H Mursil  serta anggota DPRA dari Partai Demokrat, Nora Idah Nita.

” Kami berharap sejuta harapan kepada Pemerintah Aceh untuk dapat merealisasikan apa yang mereka tinjau,” harapnya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed