oleh

Berita Bohong Vaksin COVID-19 ‘Terjun Bebas’ di Media Sosial

Sigli-Pemerintah terus beupaya menyelamatkan rakyatnya dari wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Sayang bukan kepayang, justru muncul keraguan dan keengganan masyarakat gegara menyebarnya berita bohong di Media Sosial (Medsos).

“Banyak hoax dan berita bohong yang tersebar bebas di media sosial terkait vaksin COVID-19,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Pidie, dalam rangka memantau pelaksanaan vaksinasi bagi para Nakes di sejumlah sarana kesehatan di daerah itu.

Ia mengatakan, kesuksesan vaksinasi nakes akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kehalalan vaksin COVID-19.

Nah, kesuksesan vaksinasi bagi nakes tentu akan menjadi contoh bagi masyarakat dan secara langsung membantah berbagai kabar bohong yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab di medsos.

“Dengan demikian keyakinan masyarakat akan timbul dan menerima vaksinasi. Kita adalah contoh, mari berikan tauladan yang baik kepada masyarakat,” katanya.

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, didampingi Wakil Bupati Pidie, Fadlullah TM Daud, memberikan arahan saat memantau vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Kota Sigli, Rabu (10/02/2021).

Vaksinasi COVID-19 merupakan bentuk ikhtiar pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona yang saat ini sedang mewabah di seluruh dunia, tidak terkecuali di Bumi Serambi Mekkah ini.

Namun, keterbatasan jumlah vaksin membuat pemerintah melakukan skala prioritas. Bersama jajaran para pejabat negara, para tenaga kesehatan (Nakes) di seluruh Indonesia menjadi skala prioritas vaksinasi tahap awal. Pada saatnya, seluruh masyarakat juga akan mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

“Pada saatnya, semua orang akan mendapat suntikan vaksin COVID-19. Oleh karena itu, sebagai pihak yang diistimewakan oleh pemerintah karena tingginya risiko para nakes, maka bersegeralah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 tahap awal, karena selang 14 hari, kita akan mendapatkan suntikan tahap kedua,” ujar Sekda Taqwallah.

Ia mengajak seluruh Nakes yang bertugas di Pidie untuk mencontoh keberhasilan para Nakes di sejumlah fasilitas Kesehatan Pemerintah Aceh dan Nakes yang mengabdi di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Banda Aceh, karena telah berhasil melakukan vaksinasi sesuai target harian.

“Belajar dari kesalahan sebelumnya, para Nakes di Pemerintahan Aceh dan Kota Banda Aceh telah berhasil melakukan vaksinasi sesuai target harian yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, para nakes di Pidie saya harap dapat terpacu untuk melakukan hal serupa,” ujarnya lagi.

Di sisi lain, Sekda mengingatkan para Nakes, agar saat berdinas jangan terlalu mencolok dalam menggunakan pakaian keselamatan kerja, karena justru membuat masyarakat enggan.

“Beraktifitaslah seperti biasa, tapi jangan pula terlalu riya dan menganggap remeh, gunakan saja pakaian medis yang recomended,” sambung Sekda.

Untuk diketahui bersama, sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, pemerintah telah mencanangkan program vaksinasi COVID-19 secara nasional termasuk Aceh. Pada tanggal 13 Januari lalu, Presiden Jokowi telah meluncurkan program vaksinasi COVID-19 secara nasional.

Presiden Jokowi menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapatkan suntikan vaksin COVID-19, diikuti para menteri dan pejabat negara lainnya. Di tingkat Aceh, Gubernur juga telah menerima suntikan serupa pada tanggal 15 Januari lalu, bersama para pejabat dan unsur Forkopimda.

Namun, berbagai kabar bohong dan hoax yang tersebar di medsos sempat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat. Padahal, seluruh pemangku kebijakan terkait telah meneliti dan menyatakan vaksin COVID-19 aman. Kementerian Kesehatan RI, BBPOM RI, bahkan MUI juga telah menyatakan vaksin halal dan suci.

Dalam konteks Aceh, MPU bahkan telah menerbitkan Tausiyah MPU Aceh nomor 1 tahun 2021 tentang vaksinasi ini. Senada dengan MUI, MPU telah menyatakan vaksin COVID-19 halal dan suci.

“Mari kita sukseskan program vaksinasi COVID-19 ini, agar hoax yang selama ini tersebar dapat kita gerus dan masyarakat menjadi yakin serta tidak ragu menerima suntikan vaksin ini, karena pada saatnya nanti, bukan hanya warga Aceh tapi masyarakat seluruh dunia akan mendapatkan suntikan vaksin COVID-19,” pungkas Sekda Aceh. []

(Editor   | Redaksi)
(Sumber | Biro Humpro Setda Aceh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed