oleh

Berhubungan Seks Saat Hamil, Ke Mana Perginya Sperma?

Jakarta-Seks tetap bisa dilakukan meskipun Anda sedang hamil, kecuali dokter atau bidan yang menangani Anda melarang aktivitas seksual tersebut.

Dalam usia kandungan tertentu berhubungan seks selama kehamilan tidak akan menyakiti bayi yang ada di dalam kandungan.

Percayalah penis tak akan masuk hingga ke rahim saat penetrasi dilakukan. Melansir NHS, jika kehamilan Anda normal dan tidak memiliki komplikasi, berhubungan seks dan orgasme tidak akan meningkatkan risiko melahirkan lebih awal atau menyebabkan keguguran.

Saat seks dilakukan ketika hamil, banyak pertanyaan yang muncul di benak Anda dan bisa menimbulkan kekhawatiran. Salah satunya berkaitan dengan sperma yang dikeluarkan saat orgasme berlangsung.

Anda mungkin bingung memikirkan kemana sperma itu pergi, apakah bisa hamil jika sperma membuahi sel telur padahal Anda saat itu sedang hamil?

Board Certified OB/GYN Alexander Bausic mengatakan kepada Romper, sperma yang mencapai vagina selama berhubungan seks tidak akan memengaruhi bayi. Bahkan sebagian besar sperma akan keluar begitu saja dari area vagina dalam 1-2 hari.

Sperma juga tidak akan mencapai ke bayi yang ada di dalam kandungan. Kantung ketuban dan bayi dilindungi selama kehamilan oleh banyak mekanisme fisiologis, termasuk perubahan hormonal dan sumbatan lendir yang menutupi serviks.

“Tentu ini tidak akan membiarkan apa pun masuk ke dalam (rahim),” kata Bausic.

Oleh karena itu, tidak akan ada yang bisa mencapai bayi saat Anda berhubungan seks selama masa kehamilan. Janin dilindungi oleh kantung ketuban yang ada di dalam rahim dan penis tidak dapat membahayakan bayi.

Vagina dipisahkan dari rahim oleh leher rahim dan penis tidak dapat menembus leher rahim. Dengan demikian, bayi tidak dapat melihat atau bersentuhan dengan penis.

Selain itu, kehamilan juga sangat tidak mungkin terjadi jika seks dilakukan di masa kehamilan. Mekanisme hormonal normal yang menutup ovulasi wanita hamil tidak akan melepaskan sel telur lain yang dapat dibuahi oleh sperma.

Berkat perlindungan serviks (sumbat lendir), sperma tidak akan mencapai sel telur. []

(Sumber | CNNINDONESIA.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed