oleh

Audiensi ke Kadiskop dan UKM Aceh, PWI Aceh Bertekad Aktifkan Koperasi

Banda Aceh-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, bertekad untuk mengaktifkan kembali koperasi yang pernah dimiliki organisasi profesi wartawan itu di Provinsi Ujung Barat Indonesia.

Tekad mengaktifkan kembali koperasi, disampaikan Ketua PWI Aceh, Muhammad Nasir Nurdin, melalui Wakil Ketua PWI Aceh Bidang Kesejahteraan, Muhammad Saman, dalam audiensi antara pengurus PWI Aceh dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh,Ir. Helvizar, M.Si, Senin, (10/01/2022), diruang kerjanya.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Ketua PWI Aceh Bidang Kesejahteraan, Muhammad Saman, Wakil Sekretaris II PWI Aceh, Abdul Hadi, Wakil Bendahara: Dian Fatayati, Ketua Seksi Kesejahteraan, Sadhali, Sekretaris Seksi Kesejahteraan, Pribadi dan Afrizal perwakilan Seksi Keagamaan.

Sementara dari Dinas Koperasi dan UKM Aceh, hadir mendampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh,Ir. Helvizar, M.Si, didampingi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Azhari, S.Ag, M.Si, serta beberapa pejabat eselon III Dinas Koperasi dan UKM Aceh, seperti Kepala UPTD. PLUT, Rosti Maidar, SE, M.Si.

Mengawali diskusi itu, Wakil Ketua PWI Aceh Bidang Kesejahteraan, Muhammad Saman, menyampaikan permohonan maaf lantaran Ketua PWI Aceh, Muhammad Nasir Nurdin, tidak dapat menghadiri diskusi ini.

“Permohonan maaf Bang Nasir Nurdin atas belum dapat hadir ke tengah-tengah kita ini. Beliau juga tidak lupa menyampaikan salam kepada kita semua disini, semoga tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Muhammad Saman.

Menurut Muhammad Saman, belasan tahun lalu, PWI Aceh memiliki sebuah koperasi yang sempat vakum. Kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh dan pejabat terkait dinas itu, Muhammad Saman, ikut berdiskusi panjang lebar solusi mengaktifkan koperasi PWI Aceh itu.

“Kedatangan kita hari ini juga untuk beraudiensi, apakah lebih baik membuka baru atau mengaktifkan yang sudah ada sebelumnya,” ujar Muhammad Saman.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh,Ir. Helvizar, M.Si, menyambut baik dan mengapresiasi PWI Aceh untuk mengaktifkan koperasi di organisasi pers tersebut.

Itu karena akan memberikan warna tersendiri bagi PWI Aceh dalam mendukung program pemerintah, khususnya Dinas Koperasi dan UKM Aceh melalui pemberitaan yang nantinya semakin cepat diketahui oleh masyarakat.

“Koperasi sebagai jembatan untuk kesejahteraan anggota dengan keuntungan yang dapat dinikmati semuanya,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedangkan menggalakkan koperasi syariah yang modern. Semuanya serba digital, baik laporan keuangan, keanggotaan hingga cicilan simpan pinjamnya secara digital.

“Begitu juga untuk Rapat Akhir Tahun (RAT) bisa lebih cepat mengeluarkan data dan tidak sulit lagi seperti secara manual,” katanya lagi.

Ia mencontohkan, negara-negara maju seperti Skandinavia, koperasi sebagai penopang makmur dan kesejahteraan masyarakat dan bagusnya perekonomian di negara itu.

“Tugas kita bersama bagaimana koperasi bisa berkembang seperti di negara luar untuk perbaikan perekonomian, khususnya di Provinsi Aceh,” tambahnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *